Cegah Difteri, MTsN 2 Kota Kediri Gandeng Dinas Kesehatan Beri ORI (Outbreak Response Immunization)

Kota Kediri (MTsN 2) – Khawatir dengan mewabahnya penyakit difteri terhadap siswa yang sedang belajar di MTsN 2 Kota Kediri, madrasah ini menggandeng dinas kesehatan kota Kediri untuk memberikan imunisasi penyakit difteri atau ORI (Outbreak Response Immunization). Hal ini perlu dilakukan madrasah ini mengingat penyakit ini tengah mewabah di tengah masyarakat.

Hari ini hingga besok, Selasa-Rabu (20-21/3) bertempat di ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) madrasah tersebut sebanyak 1275 siswa akan mendapatkan imunisasi tersebut.

Menurut Yuni Herawati staf puskesmas wilayah selatan kota Kediri yang menangani pemberian imunisasi yang juga mewakili dinas Kesehatan kota Kediri dalam kegiatan ini, bahwa penyakit difteri termasuk katagori penyakit membahayakan karena bisa mematikan maka diperlukan adanya pemberian ORI

“Difteri adalah salah satu penyakit membahayakan. Bagi penderita penyakit ini dapat menyebabkan infeksi nasofaring yang bisa berdampak kesulitan bernapas dan menyebabkan kematian. Selain itu, difteri juga bisa menyebabkan komplikasi yang serius. Disamping itu, Difteri sangat mudah menular dari seorang yang sebelumnya telah terinfeksi melalui udara, yaitu saat pengidap difteri batuk atau bersin. Selain itu, interaksi langsung dengan luka akibat difteri juga dapat menularkan virus.” Tuturnya disaat pelaksanaan pemberian imunisasi difteri. Lebih lanjut dia menuturkan bahwa penyakit Difteri disebabkan oleh infeksi di selaput lendir hidung dan tenggorokan. Bakteri yang menginfeksi bernama Corynebacterium diphtheriae. Umumnya penyakit difteri diawali dengan rasa sakit di tenggorokan, demam, lemas hingga membengkaknya kelenjar getah bening.

Sementara Masduki, kepala MTsN2 kota Kediri senang dengan pelaksanaan pemberian imunisasi difteri tersebut. Baginya ini merupakan tindakan pencegahan sebelum siswanya menderita penyakit tersebut.

“Mencegah itu lebih mudah daripada mengobatinya, maka hari ini dan besok merupakan langkah nyata bagi madrasah ini untuk menghindarkan siswa kami dari penyakit difteri. Imunisasi yang sedang berlangsung ini merupakan upaya yang bisa kami lakukan untuk mencegah ganasnya difteri. Terlepas dari berbagai kontroversi yang muncul, namun data membuktikan jika sejauh ini imunisasi dengan pemberian vaksin adalah cara yang paling ampuh dan efektif untuk mencegah dan menanggulangi wabah penyakit difteri.” Ujarnya saat meninjau pelaksanaan imunisasi. (HUMAS)