Cetak Ratusan Peneliti Muda, MTsN 2 Kota Kediri Selenggarakan DIKLAT Riset2018 Bagi Siswanya

Kota Kediri (MTsN 2) – Kesibukan nampak di aula MTsN 2 kota Kediri hari ini, Senin (28/8). Beberapa karyawan madrasah tersebut sedang membersikan tempat tersebut setelah tiga hari berturut-turut dipakai sebagai tempat pendidikan dan pelatihan (diklat) karya ilmiah remaja (KIR) bagi ratusan siswa madrasah tersebut yang bekerjasama dengan rumah KIR Jakarta Indonesia.

Dalam pantauan humas, sebanyak 442 siswa yang mengikuti kegiatan tersebut nampak antusias sekali. Tidak nampak wajah susah, justru mereka semangat mengikutinya dari hari pertama hingga hari ketiga. Pertanyaan demi pertanyaan selalu muncul dari mereka sehingga forum diklat tersebut sangat hidup sekali.

Enik Kurniawati selaku ketua kegiatan sekaligus sebagai Pembina riset siswa madrasah tersebut sangat senang karena kegiatan tersebut berhasil sesuai rencana bahkan target kognitif dan psikomotorik dari pendidikan dan pelatihan riset tersebut sangat mengena sekali terhadap peserta diklat.

“Luar biasa anak-anak peserta pendidikan dan pelatihan KIR 2018 ini, semoga ini menjadi awal berhasilnya madrasah ini mendapatkan kader baru riset untuk kedepan. Menu pendidikan dan pelatihan tentang riset yang diberikan oleh tim rumah KIR Indonesia Jakarta diantaranya; motivasi dan prestasi, memahami penelitian jaman now (IPA dan IPS), menyajikan penelitian dalam poster, permainan edukatif berkonsep fisika, dan trik prestasi dan diskusi kebutuhan siswa  mereka terima dengan semangat bahkan hasil latihan menulis riset pun telah mereka tunjukkan walaupun mereka masih siswa kelas 7.” Tuturnya setelah penutupan kegiatan tersebut.

Latifa Zahrah (7B) atau biasa dipanggil teman-temannya dengan panggilan Zahra merupakan salah satu perserta diklat tersebut. menurutnya dia merasa beruntung bisa mengikuti kegiatan tersebut. baginya hal itu merupakan sesuatu yang baru selama ini. Dia berharap setelah mengikuti diklat tersebut suatu saat nanti bisa menjadi seorang peneliti  bagi madrasahnya dan untuk bangsa ini.

“Banyak hal yang saya dapatkan dalam diklat ini. Semula saya tidak tahu apa-apa tentang dunia riset. awalnya saya menyangka bahwa riset itu sulit dan akan membuang banyak waktu, tapi setelah mengikuti seluruh materi diklat tersebut, saya menjadi tertantang untuk menekuni dunia riset. Suatu hari nanti saya ingin menunjukkan kepada madrasah saya dan bangsaku Indonesia bahwa saya adalah salah satu peneliti mudah di madrasah saya dan negara tercinta saya ini, tunggu saatnya.” Tuturnya dengan semangat.

Sementara Masduki kepala MTsN 2 berharap kegiatan diklat KIR ini menjadi bekal bagi siswanya untuk menjadi  seorang peneliti dalam bidang IPA maupun IPS baik selama menjadi siswa di madrasahnya maupun di tempat lainnya nanti. Masih menurutnya, kegiatan tersebut sebagai upaya  keseriusan madrasahnya dalam menggalakan riset mengingat madrasah tersebut telah dikenal masyarakat luas sebagai madrasah riset nasional. (HUMAS/John)