MTsN 2 Kota Kediri, Gudangnya Literasi


Seolah tak pernah puas, MTsN 2 Kota Kediri kembali berkarya. Setelah sederet prestasi yang diraih dari berbagai ajang lomba, siswa Matsanda kembali membuat gebrakan melalui Sasi Sabu (Satu Siswa Satu Buku). Dalam kegiatan Diklat Literasi yang dilaksanakan Sabtu─Minggu, 10─11 November 2018 itu para siswa yang menjadi peserta diklat diarahkan dan dibimbing agar dapat menghasilkan sebuah karya tulis dalam bentuk buku.

“Jadi, memang peserta diklat kali ini dipilih yang benar-benar mau dan punya semangat tinggi untuk menghasilkan sebuah buku karena itulah yang menjadi target kami mengadakan Diklat Literasi ini,” ujar Nur Farida selaku ketua panitia diklat. Nur Farida yang juga guru Bahasa Indonesia Matsanda itu pun berharap kegiatan diklat tahun ini bisa sesukses tahun lalu. Tahun lalu, siswa Matsanda berhasil menerbitkan beberapa buku sebagai hasil nyata telah mengikuti diklat. “Jadi, tidak sekadar ikut diklat, tapi hasilnya nol.”

Memang, jika dilihat, para peserta yang berasal dari kelas 7─9 MTsN 2 Kota Kediri begitu antusias mengikuti kegiatan demi kegiatan yang dipandu oleh narasumber dari Media Guru Indonesia. Bahkan, nampak salah seorang peserta yang tahun lalu berhasil menerbitkan sebuah buku, tahun ini pun kembali mengikuti diklat dengan harapan bisa menerbitkan buku baru.

“Kali ini saya bikin novel,” ujar Diba, sapaan akrab Diba Zanuba yang kini telah duduk di kelas 9. Tahun lalu, ketika duduk di kelas 8, Diba telah berhasil menerbitkan sebuah buku pengetahuan umum dengan judul Ilmiah Itu Keren.

Tahun ini pun, sinopsis novel Dibakembali membuat tim dari Media Guru Indonesia tertarik untuk menerbitkan karyanya. Bersama sembilan peserta lainnya, Diba dan kawan-kawan akan mendapatkan bimbingan intensif agar sinopsis yang dibuat dapat dikembangkan untuk kemudian diterbitkan menjadi sebuah buku. Adapun sinopsis-sinopsis yang terpilih untuk diterbitkan adalah Dari Roti ke Luar Negeri (Dewanti Belinda Nasution), Kebahagiaan di Asrama Thadya (Ilma Hasna Hakimah), Succes with Alquran (Rahma Shifa Auliya), Semua karena Orang Tua (Nugroho Hadi S.N.A.A.), Senja Pasti Akan Tenggelam (Diba Zanuba), Catatan Dera (Derajatiningrum T.A.), Aku Ingin Jadi Diriku yang Dulu (Silfiana Nafsa Laila Amir), Mengapa harus Berpikir Positif? (Nabila Tsani Zahasvana), Setelah Hari Itu (Olvi Nuraini), serta Surga untuk Ayah dan Ibu (Maulida Nur Fariha).