MTsN 2 KEDIRI

OUTDOOR LEARNING MTsN 2 KEDIRI KE SITUS NDALEM POJOK

Penulis: **admin** Dipublikasi: **18 May 2026** Dilihat: **4** kali
OUTDOOR LEARNING MTsN 2 KEDIRI KE SITUS NDALEM POJOK

*Siswa MTsN 2 Kediri Jelajahi Situs Ndalem Pojok Wates Lewat Outdoor Learning*

*Kediri* – Siswa-siswi MTsN 2 Kediri mengikuti kegiatan Outdoor Learning ke Situs Ndalem Pojok Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri pada Rabu, 14 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti 44 siswa kelas 7 dan 8 dengan pendampingan 4 guru.  Rombongan berangkat pukul 08.00 WIB menggunakan 2 Elf dan 1 mobil madrasah dan tiba di lokasi sekitar satu jam kemudian.

Sesampainya di Ndalem Pojok, siswa langsung disambut juru kunci situs yang menjelaskan sejarah bangunan peninggalan era Mataraman tersebut. Ndalem Pojok dikenal sebagai rumah tradisional Jawa yang dulunya menjadi tempat tinggal bangsawan lokal dan pusat kegiatan masyarakat sekitar abad ke-18. Siswa diajak melihat langsung struktur joglo, ukiran kayu, serta sumur kuno yang masih terawat.

Kegiatan dilanjutkan dengan observasi kelompok. Tiap kelompok mendapat lembar kerja untuk mencatat fungsi ruang, simbol ornamen, dan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Pendamping yang terdiri dati Waka Bidang Kesiswaan,Waka Bidang Humas,Pembina Kesiswaan dan Tim Humas MTsN 2 Kediri memandu siswa menganalisis keterkaitan antara arsitektur tradisional dengan kehidupan sosial masyarakat Kediri tempo dulu. Sementara guru Bahasa Jawa mengajak siswa membaca dan menerjemahkan prasasti serta tembang yang terpahat di beberapa bagian pendopo.

Di sesi berikutnya, siswa mengikuti praktik langsung membatik motif khas Kediri di halaman ndalem. Pendamping dari sanggar seni setempat mengajarkan teknik canting dan pewarnaan alami menggunakan bahan dari daun jati dan kulit manggis. Suasana menjadi ramai ketika siswa mencoba menggambar motif Kawung dan Parang yang sebelumnya hanya mereka lihat di buku teks.

Kepala MTsN 2 Kediri,  Agus Gunawa,M.Pd.I yang turut hadir dalam Pemberangkatan peserta, menyampaikan bahwa Outdoor Learning bertujuan memindahkan kelas ke ruang nyata. “Anak-anak tidak cukup belajar sejarah dari layar saja. Di sini mereka menyentuh, bertanya, dan merasakan langsung warisan budaya. Harapannya tumbuh rasa bangga dan tanggung jawab untuk menjaga,” ujarnya di sela kegiatan.

Kegiatan ditutup dengan refleksi dan presentasi singkat tiap kelompok di pendopo Ndalem Pojok. Beberapa siswa menyampaikan kesan bahwa belajar di luar kelas membuat materi lebih mudah diingat dan terasa relevan. Pihak madrasah berencana menjadikan Situs Ndalem Pojok sebagai salah satu lokasi rutin untuk program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila bertema kearifan lokal.(Humas)

Kembali ke Beranda