KEDIRI – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kediri menggelar workshop intensif bertema "Optimalisasi Intrakurikuler, Kokurikuler, dan Ekstrakurikuler dalam Kerangka Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)". Kegiatan yang berlangsung di meetingroom lantai dua MTsN 2 Kediri. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh dewan guru, tenaga kependidikan, Kepala Kantor dan Kasubag TU Kementetian Agama Kab. Kediri. Agenda utama workshop ini adalah menyamakan persepsi dan merancang strategi pembelajaran yang tidak hanya mengedepankan aspek kognitif, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan akhlak mulia melalui tiga jalur kurikulum tersebut.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Kediri, H. Achmad Fa'iz, M.HI. Dalam sambutannya, H. Achmad Fa'iz menekankan bahwa pendidikan di era modern tidak boleh kering dari nilai-nilai spiritual dan emosional. Ia menyatakan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta adalah jawaban atas tantangan degradasi moral di kalangan remaja. "Guru bukan sekadar pengajar, tetapi menjadi orang tua kedua di sekolah. Melalui KBC, kita memastikan setiap interaksi di kelas, di lingkungan sekolah, hingga dalam kegiatan ekstrakurikuler, dilandasi oleh rasa cinta kepada Allah, diri sendiri, dan sesama," ujar H. Fa'iz saat memberikan arahan.
Dalam sesi materi inti, narasumber ahli, Dr.H. Wijayanto,Widiyaswara Utama Balai Diklat Keagamaan Surabaya, membedah secara mendalam perbedaan dan sinergi antara intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Jalur intrakurikuler difokuskan pada integrasi nilai cinta dalam setiap mata pelajaran, di mana guru dituntut untuk menyampaikan materi dengan pendekatan humanis dan menyenangkan. Sementara itu, jalur kokurikuler dibahas sebagai wadah pembiasaan karakter melalui kegiatan terstruktur seperti proyek penguatan profil pelajar, literasi, dan ibadah berjamaah yang menjadi jembatan antara teori di kelas dan praktik nyata sehari-hari.
Peserta workshop juga diajak untuk mendesain ulang kegiatan ekstrakurikuler agar lebih bermakna dan relevan dengan minat bakat siswa sekaligus mendukung pembentukan karakter. Diskusi kelompok menghasilkan berbagai gagasan inovatif, seperti pengembangan klub seni islami, kegiatan sosial kemasyarakatan, dan pelatihan kepemimpinan berbasis servanthood (kepemimpinan yang melayani). Para guru menyadari bahwa ekstrakurikuler bukan sekadar pelengkap, melainkan laboratorium sosial bagi siswa untuk mengasah soft skills dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Antusiasme peserta terlihat tinggi selama sesi simulasi dan penyusunan rencana aksi. Guru-guru dari berbagai mata pelajaran berkolaborasi membuat modul ajar singkat yang mengintegrasikan nilai "Panca Cinta" (Cinta Allah, Rasul, Diri, Keluarga, dan Alam). Mereka berbagi pengalaman tantangan di lapangan dan saling memberikan solusi kreatif untuk menangani siswa dengan berbagai latar belakang emosi. Suasana kekeluargaan dan saling mendukung sangat terasa, mencerminkan esensi dari Kurikulum Berbasis Cinta yang sedang mereka pelajari.
Kepala MTsN 2 Kediri,H Agus Gunawan,M.Pd.I. menyatakan bahwa workshop ini merupakan langkah awal dari transformasi besar-besaran di madrasahnya. Ia berkomitmen untuk memantau implementasi KBC secara berkelanjutan melalui supervisi klinis dan refleksi berkala. Diharapkan, dengan dukungan penuh dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, MTsN 2 Kediri dapat menjadi model madrasah yang unggul dalam prestasi sekaligus luhur dalam budi pekerti, sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas, beriman, dan penuh kasih sayang.
Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari yaitu tanggal 12 sd 13 Juni 2026.
Dan diakhir Workshop diadakan Kuis oleh pemateri dengan menggunakan Aplikasi Kahoot,dimana setisp kelompok Guru Mata Pelajaran menjawab soal- soal terkait materi yang telah disampaikan. Sebagai Juara 1 diraih oleh Mata Pelajaran Akidah Akhlak (Kholid Tuhaika,Much Nurhadi,Siti Nurul Hasanah),Juara 2 oleh Mata Pelajaran Al Qur'an Hadits (Susiyati,Supriadi,Fathul Khoiri) Juara 3 Mata Pelajaran Matematika( Siti Jubaidah,Rustiani Hanifah,Eny Zuraida,Eny Nafi'atin,Siti Karyawati,komarudi,Birul Walidain).(Humas)