*Kediri, 16 Juli 2026* Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kediri, menunjukkan komitmen kuat terhadap penguatan moderasi beragama melalui partisipasi aktif aparatur sipil negaranya dalam program unggulan Kementerian Agama Republik Indonesia, yaitu Indonesia Berkiblat. Sebanyak 15 orang ASN secara resmi mengikuti kegiatan Pengamatan ini yang dilaksanakan di Depan Masjid Al Husna MTsN 2 Kediri. Hal ini sebagai bentuk implementasi nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan yang moderat di lingkungan pendidikan Islam ujar H. Agus Gunawan ,M Pd.I. selaku Kepala Madrasah. Kehadiran mereka menandakan bahwa MTsN 2 Kediri tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga sangat memperhatikan kualitas spiritual dan wawasan kebangsaan bagi seluruh elemen pendidik dan tenaga kependidikan.
Program Indonesia Berkiblat sendiri merupakan inisiatif strategis Kemenag RI yang dirancang untuk membekali ASN dengan pemahaman mendalam tentang arah kiblat yang benar sekaligus menanamkan nilai-nilai toleransi dan persatuan bangsa.H. Moh. Ikhwan, S Th I. Selaku koordinator dalam kegiatan ini. Melalui program ini, para peserta diajak untuk menyelaraskan orientasi ibadah fisik menghadap Ka'bah dengan orientasi kehidupan berbangsa yang tetap teguh pada Pancasila dan UUD 1945. Bagi keenam ASN MTsN 2 Kediri, kesempatan ini menjadi momen berharga untuk merefresh pengetahuan fiqih terkait kiblat sekaligus memperkuat identitas sebagai abdi negara yang religius dan nasionalis.
Pelaksanaan program ini diikuti dengan antusiasme tinggi oleh keenam perwakilan ASN MTsN 2 Kediri yang terdiri dari guru mata pelajaran maupun tenaga administrasi. Mereka mengikuti serangkaian materi yang mencakup aspek teknis penentuan arah kiblat menggunakan alat ukur modern hingga diskusi interaktif mengenai tantangan moderasi beragama di era digital. Partisipasi massal dari satu instansi madrasah ini dinilai positif karena menciptakan efek domino, di mana ilmu yang diperoleh dapat segera didiseminasikan kepada rekan sejawat dan peserta didik di lingkungan madrasah masing-masing.
Kepala MTsN 2 Kediri menegaskan bahwa pengiriman enam ASN ini merupakan bagian dari rencana strategis madrasah dalam membangun ekosistem pembelajaran yang holistik. Beliau berharap para peserta tidak hanya pulang membawa sertifikat, melainkan membawa perubahan perilaku dan cara pandang yang lebih inklusif dalam menjalankan tugas sehari-hari. Integrasi antara ketepatan arah kiblat dalam shalat dan ketepatan sikap dalam bermasyarakat menjadi pesan utama yang ingin disampaikan melalui keikutsertaan dalam program Indonesia Berkiblat ini.
Dampak nyata dari program ini mulai terasa pasca-kegiatan, di mana keenam ASN tersebut berperan sebagai agen perubahan atau change agent di MTsN 2 Kediri. Mereka secara rutin membagikan insights dan pengalaman selama mengikuti program Indonesia Berkiblat melalui forum rapat guru dan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan. Hal ini memastikan bahwa nilai-nilai moderasi beragama dan pemahaman kiblat yang akurat tidak berhenti pada level individu, melainkan meresap ke dalam kultur organisasi madrasah secara keseluruhan.
Keberhasilan keenam ASN MTsN 2 Kediri dalam menyelesaikan program Indonesia Berkiblat menjadi bukti konkret sinergi antara kebijakan pusat Kementerian Agama dengan pelaksanaan di tingkat satuan pendidikan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi madrasah lain di wilayah Kediri dan sekitarnya dalam menginternalisasi program-program prioritas Kemenag. Dengan demikian, MTsN 2 Kediri terus berkontribusi dalam mencetak generasi muslim yang tidak hanya saleh secara ritual, tetapi juga moderat, cinta tanah air, dan memiliki pedoman hidup yang lurus sesuai syariat dan konstitusi.(Humas)