MTsN 2 KEDIRI

MTsN 2 Kediri Cegah Bulliying dan Sdks Bebas lewat Kegiatan Parenting

Penulis: **Admin** Dipublikasi: **31 July 2026** Dilihat: **0** kali
MTsN 2 Kediri Cegah Bulliying dan Sdks Bebas lewat Kegiatan Parenting

Kediri – Kamis,30 Juli 2026, MTsN 2 Kediri kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif melalui penyelenggaraan acara parenting dengan tema "Sinergi Madrasah dan Wali Murid dalam Mencegah Bullying serta Mewujudkan Sekolah Ramah Anak (SRA) Bebas Kekerasan". Yang di isi oleh Tim Dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Acara yang berlangsung di Masjid Al Husna MTsN 2 Kediri ini dihadiri oleh ratusan orang tua wali murid dan murid  kelas 7, yang antusias mendengarkan pemaparan materi dari para ahli psikologi pendidikan dan praktisi kepramukaan. Kehadiran massal orang tua ini menandakan tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya peran keluarga sebagai benteng pertama dalam melindungi anak dari dampak negatif perundungan.

Kepala MTsN 2 Kediri,H. Agus Gunawan,M Pd.I. dalam sambutannya menekankan bahwa pencegahan bullying tidak dapat dilakukan oleh madrasah saja, melainkan memerlukan kolaborasi erat antara guru, siswa, dan orang tua. Beliau menjelaskan bahwa Sekolah Ramah Anak bukan sekadar slogan, melainkan sebuah sistem yang menjamin hak-hak anak terpenuhi, termasuk hak untuk merasa aman secara fisik dan psikis. Melalui sinergi ini, madrasah berharap dapat mendeteksi dini tanda-tanda kekerasan atau perundungan yang mungkin dialami siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di dunia maya (cyberbullying).

Dalam sesi inti, narasumber mengajak para wali murid untuk memahami karakteristik perkembangan remaja yang cenderung sensitif dan mudah terpengaruh oleh pergaulan. Orang tua diajarkan cara berkomunikasi efektif dengan anak agar mereka mau terbuka ketika mengalami masalah, sehingga kasus bullying tidak tertutupi oleh rasa takut atau malu. Selain itu, dibahas pula strategi pengawasan penggunaan media sosial yang bijak, mengingat banyak kasus perundungan modern bermula dari interaksi digital yang tidak terkontrol.

Para peserta juga diberikan panduan praktis tentang langkah-langkah konkret yang harus diambil jika menemukan indikasi bullying di sekitar anak. Madrasah menyediakan saluran pengaduan khusus yang bersifat rahasia dan responsif, di mana orang tua dapat melaporkan kejadian tanpa khawatir adanya stigma atau balas dendam. Kerjasama ini diharapkan mampu memutus mata rantai kekerasan karena setiap laporan akan ditindaklanjuti dengan pendekatan restoratif, yaitu memperbaiki hubungan antar-siswa daripada sekadar memberikan hukuman tegas.

Antusiasme wali murid terlihat jelas saat sesi tanya jawab, di mana banyak orang tua berbagi pengalaman dan mencari solusi atas tantangan mendidik anak di era digital. Mereka menyadari bahwa ketegasan dalam mendisiplinkan anak harus dibarengi dengan kasih sayang dan pemahaman emosional. Komitmen bersama ini diperkuat dengan penandatanganan deklarasi dukungan orang tua terhadap program Sekolah Ramah Anak yang dicanangkan oleh MTsN 2 Kediri.

Dengan terselenggaranya kegiatan parenting ini, MTsN 2 Kediri semakin kokoh dalam membangun ekosistem pendidikan yang bebas dari kekerasan. Sinergi antara madrasah dan wali murid menjadi kunci utama dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati tinggi dan karakter yang tangguh. Ke depan, madrasah berencana untuk melanjutkan program serupa secara berkala guna memastikan bahwa setiap siswa dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang penuh kasih sayang dan saling menghargai.(Humas)

Kembali ke Beranda