Kediri – 31 Juli 2026, MTsN 2 Kediri kembali menghidupkan suasana pagi yang penuh semangat melalui kegiatan kokurikuler "Jumat Sehat denga Jegiatan Jalan Sehat yang rutin dilaksanakan setiap satu bulan sekali. Acara ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan dengan antusiasme tinggi sebagai wujud komitmen madrasah terhadap pentingnya kesehatan jasmani dan rohani. Dengan mengenakan seragam olahraga yang rapi, para peserta berkumpul di Halaman Madrasah untuk memulai rangkaian aktivitas fisik yang dirancang untuk menyegarkan tubuh sebelum memasuki jam pelajaran inti.
Rangkaian kegiatan Jumat Sehat dimulai dengan jalan sehat bersama yang dipandu oleh Baoak ibu Guru dan tenaga Kependidikan serta dari ekstrakurikuler,PKS,PMR Pramuka dan OSIS.
Kegiatan Jalan Sehat ini berhasil memompa semangat seluruh civitas akademika, menciptakan suasana keakraban yang erat antara guru dan siswa serta bersosialisadi dengan masyarakat sekitar. Kegiatan jalan sehat mengelilingi lingkungan madrasah, yang memberikan kesempatan bagi warga sekolah untuk saling berinteraksi secara lebih santai di luar konteks pembelajaran formal di dalam kelas.
Kepala MTsN 2 Kediri,H. Agus Gunawan,M Pd.I. menegaskan bahwa program Jumat Sehat bukan sekadar aktivitas fisik biasa, melainkan bagian integral dari pendidikan karakter dan gaya hidup sehat. Beliau menekankan bahwa tubuh yang sehat akan mendukung pikiran yang jernih, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal. Melalui kegiatan ini, madrasah ingin menanamkan kesadaran sejak dini kepada siswa tentang pentingnya menjaga kebugaran tubuh dan menjauhi gaya hidup sedenter atau kurang gerak yang sering menjadi masalah bagi remaja masa kini.
Selain fokus pada kesehatan fisik, Jumat Sehat di MTsN 2 Kediri juga menyisipkan nilai-nilai kebersamaan dan sportivitas. Siswa-siswi diajarkan untuk saling mendukung, menghargai perbedaan kemampuan fisik, dan bekerja sama dalam setiap aktivitas kelompok. Hal ini sejalan dengan visi madrasah dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki ketangguhan mental dan sosial yang baik. Suasana ceria dan tawa yang terdengar sepanjang kegiatan menjadi bukti nyata betapa efektifnya metode pembelajaran berbasis aktivitas ini dalam membangun ikatan emosional positif.
Dampak positif dari kegiatan rutin ini mulai terasa signifikan, di mana tingkat kedisiplinan dan konsentrasi siswa di kelas meningkat setelah mereka melakukan aktivitas fisik di pagi hari. Banyak siswa yang melaporkan merasa lebih segar dan siap menerima materi pelajaran dibandingkan hari-hari tanpa aktivitas fisik. Guru-guru juga merasakan manfaat serupa, di mana interaksi dengan siswa di luar kelas membantu mereka memahami karakteristik individu siswa dengan lebih baik, sehingga pendekatan pedagogis di dalam kelas menjadi lebih tepat sasaran.
Sebagai penutup acara siswa-siswi Makan bersama dari Program MBG DI halaman madrasah, untuk menanamkan kebersamaan dan solidaritas murid- murid MTsN 2 Kediri. (Humas).