Kabag Perencanaan dan Sistem Informasi Ditjen Pendis Kemenag RI Beri Pembinaan Guru dan Karyawan MTs Negeri 2 Kota Kediri

Kediri Kota (MTsN 2) – Sabtu (2/12), suasana di MTs Negeri 2 kota Kediri tidak seperti hari-hari biasanya. Biasanya selain siswa, guru dan karyawan di hari tersebut pukul 16.00 sudah meninggalkan madrasah tersebut. Namun, di hari itu kesibukan guru dan karyawan berakhir hingga menjelang Maghrib karena mereka mengikuti pembinaan dari Kabag  Perencanaan dan Sistem Informasi Ditjen Pendidikan  Agama Islam Kementerian Agama RI, Dr. Kastolan, M. Pd dari pukul 14.00 hingga 17.15.

“Dalam catatan saya, MTs Negeri 2 kota Kediri sudah luar biasa kualitasnya dalam akademik maupun non akademik. Dari sisi akademik, madrasah ini  dalam perolehan nilai UN tahun pelajaran 2016-2017 dengan rata-rata 81,74 secara nasional. Bahkan di kota Kediri ada enam (6) siswa dari madrasah ini mendominasi 10 besar raihan nilai UN SMP/MTs. Juara tiga olimpiade Matematika tingkat internasional di China. Juara satu Nasional Kompetisi sains madrasah bidang biologi. Non akademik, madrasah ini telah menorehkan juara nasional dalam bidang karya ilmiah remaja (KIR). Bahkan ada 9 karya siswa yang telah mendapat hak kekayaan intelektual (HKI) dari kementerian hukum dan HAM RI. Keberhasilan itu semua karena kualitas guru di madrasah sudah sangat baik. Dan masih banyak lagi catatan-catatan prestosi di tangan saya” Tutur pria yang pernah menjabat kepala MAN Insan Cendikia Serpong. Lebih lanjut, dia meminta kepada seluruh guru madrasah tersebut supaya tetap belajar dan belajar untuk meningkatkan kompetensi individu masing-masing agar kualitasnya tetap terjaga.

Dalam kesempatan yang sama, Masduki kepala MTs negeri 2 kota Kediri meyambut gembira dengan kehadiran Kastolan. Menurutnya, dengan adanya pembinaan tersebut paling tidak memotivasi kinerja guru dan karyawan di madrasah tersebut.

“Kedepan tantangan MTsN 2 kota Kediri semakin kompleks, maka diperlukan semangat yang luar biasa dari seluruh guru dan karyawan madrasah ini untuk bersama-sama membangun madrasah ini. Selain setiap individu selalu meningkatkan kompetensinya, mereka juga harus tetap memiliki rasa sense of belonging terhadap madrasah ini. Rasa ini harus selalu dibangun satu sama lain sehingga tercipta kemampuan untuk selalu melahirkan kualitas anak didik.” Kata pria lulusan magister pendidikan bahasa Inggris Universitas Malang. (HUMAS)