Mengenang Kembali Peristiwa Isro’ dan Mi’roj, MTsN 2 Kota Kediri Peringati Bersama Seluruh Civitas Akademiknya

Kota Kediri (MTsN 2) – Seperti tahun-tahun sebelumnya, MTsN 2 kota Kediri selalu menyelenggarakan kegiatan peringatan isro’ dan mi’roj nabi Muhammad SAW. Hari ini, Jum’at (13/4) bertempat di masjid al-Azhar madrasah tersebut kembali menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Dengan berbusana muslim dan muslimah, para siswa, guru dan karyawan madrasah tersebut sejak pukul 6.30 pagi mulai memadati masjid yang dibangun komite madrasah tersebut. Kegiatan tersebut sangat meriah dan khidmat. Hadir seluruh siswa, guru dan karyawan dengan berbusana putih-putih memadati masjid megah tersebut.

Pukul 07.00 hingga 08.30 Acara yang dimulai dengan pembukaan oleh MC kemudian dilanjut pembacaan ayat suci al-Qur’an, dan dilanjut dengan sambutan kepala madrasah, lalu dilanjut ceramah Agama Islam tentang isro’ dan mi’roj berjalan dengan lancar sesuai rundonwn acara yang dibuat oleh panitia penyelenggara.

Pairin hadir sebagai pembica kegiatan tersebut dalam ceramahnya mengatakan bahwa sejarah isro’ dan mi’roj yang terjadi pada nabi Muhammad SAW 14 abad yang lalu wajib diimani secara total oleh setiap muslim sehingga mampu meningkatkan keimanan dalam beragama Islam karena banyak orang yang masih menyangsikan fakta isro’ dan mi’roj tersebut. Bagi orang beriman, kejadian isro’ dan mi’roj tentu dipandang sebagai hal yang wajib diimani karena hal itu merupakan mutlak milik Allah, tetapi bagi manusia yang tipis imannya apalagi tidak punya iman, kejadian tersebut merupakan hal yang tidak masuk akal dan dibuat-buat. Pairin yang juga merupakan pengawas PAIS SD kementerian agama kabupaten Kediri lebih lanjut menjelaskan bahwa hikmah dibalik adanya isro’ dan mi’roj nabi Muhammad SAW tersebut adalah turunnya perintah sholat lima waktu dalam sehari semalam bagi setiap Muslim. Dalam ceramanya, lebih dalam tentang shalat, dia menjelaskan kenapa ada sholat dalam kehidupan setiap Muslim. Dia menjelaskan bahwa adanya sholat lima waktu dalam sehari semalam sejatinya mengawal prilaku setiap Muslim karena hikmah sholat itu sendiri mencegah perbuatan keji dan munkar bagi hamba Allah yang menjalankannya.

Masduki selaku kepala madrasah tersebut sangat senang acara madrasahnya sukses dalam penyelenggaraan peringatan tersebut dan dia juga berharap seluruh civitas akademik madrasah bisa meneladani  perintah sholat dalam kehidupan sehari-hari sebagai hasil dari peristiwa isro’ dan mi’roj nabi Muhammad SAW sehingga akhlak mulia siswa, guru, dan karyawan di madrasah tersebut selalu terjaga sehingga mencerminkan karakter sosok pribadi Muslim madrasah sejati. (HUMAS/John)