MTsN 2 Kota Kediri Bersama Monash University, Melbourne Australia Bicara Tentang Literaci Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Kota Kediri (MTsN 2) – Melalui IALF Surabaya (Indonesia Australia Language Foundation) yang berada di jalan Ngagel 133-G Surabaya, Selasa (31/10) mengundang  guru-guru Indonesia yang pernah terlibat dalam program guru Indonesia-Australia. Karena guru MTsN 2 kota Kediri ada yang pernah menjadi peserta dari program tersebut  tepatnya pada tahun 2011 melalui program BRIDGE (Building Relationships Through Intercultural Dialogue and Growing Engagement) dan mengajar di sekolah Australia binaan program Bridge yakni Newton Moore Senior High School, Bunbury Westren Australia, maka ada dua guru MTsn 2 kota Kediri diundang oleh IALF Surabaya untuk terlibat dalam kegiatan mereka yang bertajuk workshop tentang rethinking literacy in cultural diverse classroom dengan menghadirkan Monash University, Melbourne Australia.

Dr. Jenniver Rennie seorang dosen senior dari universitas tersebut dengan semangat menyampaikan meterinya. Sepanjang acara, mulai hingga akhir dia menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Sesuai dengan tema diatas, acara dari pukul 10.00 hingga 12.30 dia banyak memaparkan tentang literasi untuk siswa dalam bahasa Inggris. Dalam paparannya, dia menekankan bagaimana siswa dikelas yang sedang belajar bahasa Inggris mampu menggunakan hal-hal yang berkaitan budaya-budaya bangsa seperti lagu-lagu daerah, cerita rakyat (dongeng, legenda) kemudian diubah ke dalam bahasa Inggris, selain itu juga bisa dari pengalaman siswa untuk diceritakan kembali  dalam bahasa Inggris sehingga siswa mampu berliterasi dalam bentuk berbicara, membaca, dan menulis bahasa Inggris dalam pembelajaran mereka. Diakhir paparannya, dia menegaskan bahwa banyak cara bisa dilakukan oleh siswa untuk mewujudkan literasi dalam bahasa Inggris.

Puji Astuti, salah satu guru MTsN 2 kota Kediri sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. menurutnya acara ini sangat langka dan penuh dengan kekayaan keilmuan, bahkan dia berharap acara serupa bisa diselenggarakan ulang.

Sebelum kegiatan workshop selesai, Jenniever membagi para peserta dalam beberapa kelompok untuk melakukan diskusi kelompok. Setiap kelompok diminta berdiskusi serius sehingga menghasilkan gagasan-gagasan penting  terwujudnya literasi bahasa Inggris bagi siswa. Dan setelah diskusi kelompok dianggap selesai, acara ditutup dan para peserta mendapat sertifikat kegiataan, dan dengan perasaan puas mereka pulang ke daerah masing-masing. (HUMAS)

 

.