MTsN 2 Kota Kediri Sukses Selenggarakan Diklat Pembina KIR 2018 Se-Jatim

Kota Kediri (MTsN 2) – Panitia penyelenggaraan diklat pembina KIR 2018 se-Jatim yang bekerja sama dengan rumah KIR Indonesia, Jakarta hari ini, Selasa (20/3) menemui kepala MTsN 2 kota Kediri melaporkan progress report kegiatannya yang sudah selesai kemarin 17-18 Maret 2018. Dalam laporannya, mereka menyimpulkan bahwa selama kegiatan berlangsung selama dua hari berjalan dengan lancar dan sukses sesuai dengan skenario. Dilaporkan juga peserta yang mengikuti acara tersebut berjumlah 54 peserta yang berasal dari SMP/MTs dan SMA/MA yang berasal dari Jawa Timur.

Masduki selaku kepala MTsN 2 kota Kediri mendapat laporan tersebut merasa senang karena program madrasahnya dalam penyelenggaraan diklat Pembina kir 2018 se-Jatim berjalan dengan sukses. Selain itu dia berharap kepada para Pembina KIR ketika kembali ke madrasah/sekolah bisa membawa perubahan di bidang riset.

“Ungkapan syukur hanya semata kepada Allah SWT atas suksesnya kegiatan diklat Pembina KIR 2018 se-Jatim. Semoga peserta yang sudah mendapatkan ilmu riset tersebut bisa menerapkannya di madrasah/sekolah masing-masing sehingga nantinya ada perubahan yang signifikan dalam riset siswanya. Semoga ini menjadi babak baru dalam peningkatan kompetensi riset bagi guru, guru bisa membimbing dirinya sendiri dan siswa untuk mengadakan penelitian sehingga nantinya tidak lagi ada anak bangsa yang alergi dengan riset/penelitian. Dengan demikian secara konteks global, Indonesia akan mewarnai dunia ini dengan penelitian.” Tuturnya saat menerima laporan panitia.

Senada juga disampaikan oleh Bayu Setyawan ketua rumah KIR Indonesia, Jakarta sebagai pemberi materi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya orang Indonesia memiliki sumber daya manusia (SDM) yang tidak kalah dengan SDM orang luar negeri.

“Diakui atau tidak, kuantitas peneliti di Indonesia masih kalah jika dibandingkan dengan peneliti luar negeri. Padahal secara kualitas sumber daya manusia (SDM) orang Indonesia tidak kalah dengan mereka. Andaikan orang Indonesia memiliki semangat dalam riset/penelitian, maka akan bermunculan para pakar dalam riset. Maka diharapkan setelah diklat ini, para pembina KIR bisa menginspirasi dirinya, temanya dan siswanya agar mau terjun dalam penelitian.” Ujarnya.

Hal yang sama dikatakan Rodhi, salah satu peserta diklat KIR 2018 se-Jatim dari MAN Mojokerto. Baginya setelah mengikuti diklat tersebut, dia merasa puas. Menurutnya program ini telah memberi banyak hal kaitan dengan dunia penelitian. Harapannya, setelah kembali ke madrasahnya, dia akan menjadi inspirator bagi dirinya, teman-temanya dan siswanya supaya aktif dalam dunia penelitian nanti sehingga madrasahnya menjadi madrasah yang hebat. (HUMAS)