Semangat Baru Kepala MTsN 2 Kota Kediri Setelah Dilantik

Kota Kediri (MTsN 2) – Sudah dua bulan lebih MTsN 2 kota Kediri mengalami kekosongan kepala madrasah definitive. Dan selama kekosongan tersebut madrasah itu dipimpin oleh seorang PLT. Dan akhirnya Rabu (01/11), madrasah tersebut secara defacto dan dejure telah memiliki kepala madrasah baru bernama Masduki, M. Pd. Dia sebelumnya menjadi guru dan waka kesiswaan MTsN 3 kota Kediri. Bertempat di aula al-Ikhlas kantor kementerian agama kota Kediri dia dilantik bersama pejabat struktural lainnya.

Setelah dilantik menjadi kepala MTsN 2 kota Kediri, dengan diantar Daud Samsuri kepala MTsN 3 kota Kediri, dia langsung menuju tempat tugasnya yang baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan di madrasah tempat kerjanya yang baru. Dalam perbincangannya dengan humas madrasah tersebut, ada tiga komitmen yang akan dijalankan selama dalam kepemimpinannya.

“Dengan meminta ijin Allah serta dukungan seluruh keluarga besar MTsN 2 kota Kediri saya ingin, pertama: Menjadikan MTsN 2 kota Kediri yang sudah baik ini untuk menjadi lebih baik lagi dalam prestasi baik akademik maupun non akademik di tingkat kota/kabupaten, wilayah/provinsi, maupun nasional. Bahkan bisa sampai tingkat Internasional seperti tahun 2014 madrasah ini mampu menggondol piala olimpiade matematika di Dong Ju, China. Demikian juga dengan karya ilmiah remaja (KIR) yang sudah membudaya dan telah menjadi ikon madrasah karena prestasi yang sudah diukir ditingkat nasional. Adiwiyata tahun ini harus sukses baik secara predikat  formal maupun membuat pembiasaan kehidupan guru dan siswa sehari-hari dalam adiwiyata di madrasah ini. Kedua; Adanya peningkatan kompetensi guru, kompetensi ini harus terus di-update sehingga keilmuan pendidikan maupun pengajarannya tidak ketinggalan jaman. Kegiatannya bisa dalam bentuk lokakarya/workshop atau seminar. Juga akan membiasakan kegiatan lesson study diantara semua guru walaupun sudah ada MGMP selama ini. Menurutnya, Lesson study merupakan suatu model pembinaan profesi pendidik (guru) melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan, berlandaskan prinsip-prinsip colleagues and mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Artinya lesson study bukan metode atau strategi pembelajaran, namun melalui lesson study dapat diterapkan berbagai pembaharuan pembelajaran berdasarkan situasi, kondisi dan permasalahan yang dihadapi guru. Ketiga; Menambah dan memperbaiki kekurangan sarana prasarana, terutama ruang belajar yang perlu ditambah lagi.” Paparnya dengan semangat.

Walaupun sudah dilantik, untuk menguatkan keberadaan kepala MTsN 2 kota Kediri di madrasah tersebut, akan diadakan kegiatan pisah-sambut antara kepala madrasah yang baru dan PLT besuk Rabu, 8 Nopember 2017 di aula MTsN 2 kota Kediri. (HUMAS)