Siswa MTsN 2 Kota Kediri Lakukan English Morning Sebelum KBM Berlangsung

Kota Kediri (MTsN 2) – Saat ini dunia telah mamasuki abad 21 dimana kemajuan nampak dalam segala aspek. Teknologi telah membuat semua hal semakin mudah didapat. Batas-batas negara hanya menjadi formalitas admninistratif, namun hubungan antar warga negara tidak terikat oleh negara atau batas-batas wilayah artinya setiap individu dapat terhubung dan saling bertukar informasi dimanapun dan kapanpun melalui media elektronik maupun cetak. Itulah yang dinamakan era globalisasi.

Mobilitas dan interaksi warga dunia semakin kompleks. Interaksi antar bangsa dengan beda bahasa tersebut membuat bahasa persatuan menjadi semakin penting untuk dikuasai. Bahasa inggris menjadi kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap orang, jika dia ingin tetap eksis.

Sadar tentang hal diatas, MTs Negeri 2 kota Kediri berusaha membekali siswanya dengan kemampuan bahasa Inggris. Maka dibuatlah beragam program peningkatan bahasa Inggris.

Salah satu program tersebut adalah program English Morning. Program ini didesain khusus sehingga siswa bisa menggunakan bahasa Inggris lisan maupun tulis dengan baik dengan teman maupun dengan guru yang ada di madrasah tersebut selama mereka berada di madrasah itu dan tidak hanya itu siswa juga diharapkan bisa menggunakan bahasa Inggris dengan masyarakat ketika mereka tidak berada di madrasah tersebut.

Program English Morning sendiri sudah lama dilaksanakan di madrasah tersebut. program ini dilaksanakan mulai pukul 6.30-6.45 di hari Senin-Kamis di halaman madrasah dengan melibatkan guru-guru bahasa Inggris madrasah tersebut dan para mahasiswa jurusan bahasa Inggris dari universitas/kampus yang ada di Kediri.

Sri Afiati selaku direktur pelaksana kegiatan English morning mengharapkan tujuan diselenggarakannya kegiatas tersebut bisa tercapai. “English Morning hanya sebuah jalan untuk memantapkan bahasa Inggris bagi siswa kami. Kegiatan ini kami desain khusus agar siswa selalu menyenangi kegiatan tersebut. Dengan beragam metode pembelajaran yang dipakai para tutor yang hanya 15 menit tersebut diharapkan siswa merasakan betul apa yang sedang mereka lakukan saat itu sehingga mereka mendapatkan pengalaman belajar dan pengetahuan bahasa Inggris sehingga hasilnya bisa dipraktekan dalam kehidupan mereka sehari-sehari”. Tuturnya.

PLT madrasah tersebut, Mohammad Nizar mengatakan “Di era globalisasi batas-batas negara seakan sudah tidak ada lagi, masyarakat dunia sudah membaur membentuk satu komunitas yang dinamakan komunitas internasional. Dalam komunitas apapun, interaksi selalu ada didalamnya, interaksi yang membutuhkan bahasa persatuan, tak lain adalah bahasa inggris.
Untuk menjaga eksistensi kita, hendaklah menguasai bahasa inggris. Ketidakmampuan mengikuti arus akan semakin membuat kita tergilas, terkucil dan tertinggal dari kemajuan dunia. Apalagi teknologi sudah sedemikian canggih dan informasi yang sudah sangat mudah diakses dengan menggunakan internet. Data menunjukan 80 % informasi melaui internet (informasi elektronik) tersedia dalam bahasa inggris, sisanya 20 % masih harus dibagi menjadi bahasa-bahasa non-inggris seperti bahasa Arab, perancis, mandarin, portugis ataupun Indonesia. Maka layak siswa kami mendapatkan pembekalan pengetahuan bahasa Inggris lebih walaupun bahasa Arab juga tidak kalah diajarkan di madrasah ini”. Katanya. (HUMAS)

.

 

.